Dalam menganalisis suatu situs, ada beberapa hal penting yang dapat dijadikan patokan dalam menentukan apakah suatu situs dapat dikatakan baik atau kurang baik. Dalam hal ini, hal-hal penting tersebut sangat erat hubungannya dengan usability, user experience, dan user interface dari sittus tersebut. Menurut Jeff Johnson, dalam bukunya “Web Bloopers: 60 Common Web Design Mistakes and How to Avoid Them”, desain sebuah situs secara garis besar dapat ditinjau dari tiga aspek, yaitu: isi dan fungsionalitasnya, tampilan antar mukanya, serta teknik penyajiannya.
Pada laporan mengenai situs webmaster ini, saya akan menganalisisnya berdasarkan poin-poin penting yang dijelaskan dalam buku tersebut. Di antaranya adalah sebagai berikut:
Halaman utama seharusnya menjelaskan kepada pengguna mengenai maksud dan tujuan situs tersebut dengan sederhana. Orang biasanya ingin langsung mengetahui apakah situs yang sedang dia kunjungi menarik baginya atau tidak. Halaman utama yang tidak membiarkan pengguna dengan mudah mengetahui maksud tujuan dari situsnya akan membuat kebanyak pengguna meninggalkan situs tersebut.
Halaman utama dari situs tersebut tidak menjelaskan apa yang dilakukan oleh situs ini. Pada kenyataannya, situs ini memberikan berbagai macam masukan yang sangat bermanfaat mengenai desain web khususnya dengan menggunakan flash dan memberikan informasi situs-situs terbaik yang telah dievaluasi dan diuji dari berbagai aspek.
Bagi kebanyakan orang yang baru pertama sekali mengunjungi suatu situs, kemungkinan besar akan langsung meninggalkan situs tersebut karena mengira tidak ada yang menarik bagi dirinya di situs tersebut. Karena pada kenyataannya sebagian besar tipologi orang yang yang sedang surfing di dunia maya malas untuk mencari tahu lebih banyak. Kecuali bagi pengguna yang memang sedang “íseng” karena sudah mungkin bosan dengan situs-situs yang sering dia kunjungi, maka ia akan mengeksplorasi lebih lanjut untuk mengetahui lebih dalam tentang situs tersebut. Tapi hanya sedikit orang yang memiliki perilaku seperti itu. Jadi, alangkah baiknya jika pengembang langsung menjelaskan apa maksud dan tujuan dari situs tersebut pada halaman utama.
Pada situs ini, setiap deskripsi yang ada baik pada suatu menu atau fungsi telah dijelaskan dengan baik. Dalam hal ini pengembang menjelaskan setiap menu/fungsinya dengan berurutan dan “to the point”.
Walaupun sebuah informasi yang ketinggalan zaman (kuno) pada situs pribadi seseorang mungkin tidak mengherankan, namun jika informasi tersebut ada pada sebuah situs dari sebuah perusahaan atau organisasi besar maka hal ini benar-benar sangat “mengagumkan”.
Pada situs yang saya kaji ini, sampai laporan ini dibuat, dapat saya pastikan bahwa semua informasi yang ada pada situs ini sudah kuno. Untuk lebih jelasnya, berikut contoh dari beberapa list box pada situs tersebut:
Dari isi “Berita Seputar Internet” dapat dilihat bahwa isinya yang terbaru yaitu tanggal 2 Oktober 2006. Berarti sampai ketika tulisan ini saya buat, tanggal 16 Juni 2008, maka informasi yang ada di situs ini sudah lebih dari satu setengah tahun tidak diperbaharui. Bagi situs sebuah perusahaan atau organisasi besar, hal ini tentu saja sangat mengherankan. Jika pengguna ataupun penlanggan melihatnya, bisa saja dia berfikir bahwa situs ini sudah tidak lagi dikelola perusahaan/organisasi tersebut. Maka ia bisa saja mengambil keputusan agar tidak pernah lagi mengunjungi situs ini.
Dari halaman sertifikat, dapat dilihat bahwa isi dari halaman ini hanya menunjukkan bahwa untuk mengakses menu bursa kerja kita harus masuk ke menu forum yang berada tepat disebelah kirinya. Jika pengembang memang sengaja agar pengguna akan masuk ke forum, maka dapat dicari alternatif lain yang lebih memudahkan pengguna. Demikian halnya untuk halaman serifikat, jika memang masih kosong dan dalam tahap pengembangan, sebaiknya menu tersebut di-disable untuk sementara. Dengan demikian pengguna tidak kecewa karena hasil yang didapat tidak sesuai dengan harapannya. Karena, walaupun mungkin hanya sedikit, menu seperti itu hanya membuang waktu dan mungkin kapasitas download pengguna saja.
Sebuah kasus penting yang sangat istimewa dari muatan situs yang hilang adalah situs dengan halam yang benar-benar belum selesai. Dalam beberapa kasus, ada situs-situs yang dengan sengaja memang diterbitkan ketika masih dalam pengembangan. Pada kasus lain, muatan situs yang hilang dapat terjadi karena ada sebuah kesalahan. Pengembang gagal memeriksa semua halaman sebelum menerbitkan situsnya. Situs yang tidak lengkap membuat kesan yang rendah bagi calon pelanggan.
Pada situs yang saya kaji ini, ada satu situs yang terlihat belum selesai. Hal ini akan dapat menyebabkan ketertarikan pengguna untuk situs ini menjadi berkurang. Untuk lebih jelasnya, perhatikan halaman wawancara.
Dari halaman tersebut dapat dilihat bahwa isi dari menu wawancara ternyata kosong. Jika memang halaman tersebut kosong, alangkah baiknya pengembang men-disable menu tersebut agar pengguna pun tidak perlu melihat halaman yang kosong tersebut.
Memiliki banyak pola navigasi merupakan satu-satunya cara bagi sebuah situs untuk memiliki salinan/duplikasi yang tidak ada gunanya. Walaupun duplikasi tentu diperbolehkan atau bahkan diinginkan, duplikasi yang serampangan akan mengakibatkan membengkaknya kompleksitas dari situs tersebut, membuang waktu, dan dapat membuat pengguna tersesat.
Jika dua links yang terlihat berbeda dan menuju ke halaman yang berbeda, maka mereka bukan duplikat; mereka ‘berbeda’. Ada tiga tipe dari links yang duplikat:
· Duplikasi yang tersembunyi: terlihat berbeda namun menuju ke halaman yang sama.
· Duplikasi yang salah: terlihat sama (atau sangat mirip) namun menuju ke halaman yang berbeda.
· Duplikasi yang benar: terlihat sama (atau sangat mirip) dan menuju ke halaman yang sama.
Duplikasi yang tersembunyi dan duplikasi yang salah berpotensi untuk menyesatkan pengguna. Pada situs ini ada dua buah link yang berbeda namun menuju ke halaman yang sama (duplikasi yang tersembunyi. Untuk lebih jelasnya, silahkan masuk ke halaman analisa web dan sertifikat. Menu analisa web dan sertifikat merupakan dua links yang sangat tidak mirip, namun mereka menuju ke sebuah halaman yang sama, yaitu halaman sertifikat. Hal ini tentu saja dapat membingungkan/ menyesatkan pengguna.
7 Lost in Space: Current Page Not Indicated
Kasus ini sangat sering terjadi dalam membuat sebuah situs. Banyak pengembanh yang menghiraukan keadaan ini karena menganggap bahwa pengguna sudah pasti mengetahui lokasinya saat itu ketika membuka sebuah halaman. Namun hal ini tidak berlaku untuk semua pengguna. Pengguna yang masih awam atau pengguna yang masih baru, mungkin akan mengalam kesulitan dalam hal ini.
Pada situs ini, halaman yang sedang dibuka tidak ditandai dengan dengan apapun. Namun untungnya title dari halaman yang sedang dibuka terlihat dengan jelas. Hal ini memang dapat dimaklumi, namun jika ada dua buah link yang duplikasi maka, sekali lagi, ia dapat membingungkan/menyesatkan pengguna.
Agar lebih jelas silahkan perhatikan kembali halaman analisa web. Header yang tertulis pada halaman tersebut adalah sertifikat. Nah, jika halaman yang dituju sama persis dengan halaman sertifikat, maka pengguna bisa jadi akan mencoba menekan menu analisa web berkali-kali karena mengira ia salah menekan menu.
8 The Circle Game: Active Link to Here
Sebuah kebodohan dalam navigasi yang sangat sering sekali terjadi dalam sebuah situs web adalah memasukkan sebuah link yang aktif yang menuju ke dirinya sendiri. Mengeklik sebuah link hanya akan me-reload/refresh halaman tersebut. Hal ini akan membuat pengguna membuang-buang waktunya.
Dalam hal ini, pengembang sebaiknya men-disable link yang menuju ke dirinya sendiri. Pada situs master.web.id ini, semua link yang menuju ke dirinya sendiri masih dapat diklik. Hal ini berkaitan erat dengan poin di atas mengenai penandaan link yang sedang dibuka. Setidaknya jika link yang menuju halaman itu sendiri ditandai, pengguna (misal terjadi kasus seperti poin 6) tidak akan mengeklik link tersebut berkali-kali.
Pada situs ini nilai-nilai default sudah diset dengan sangat baik. Hal ini tentu saja sangat menguntungkan bagi pengguna. Salah satu contohnya yaitu pop up menu Forum Setting yang terdapat pada forum, nilai default untuk menampilkan banyaknya threads pada sebuah halaman diset di nilai terkecil. Hal ini memang sudah seharunya karena membuat scroole pada sebuah halaman menjadi semakin sedikit.
10 Compulsory Clicking: No Default Text Input Focus
Ketika sebuah form dalam sebuah situs membutuhkan pengguna untuk mengetik sesuatu, seharusnya secara otomatis cursor untuk mengetik langsung berada di field teks pertama.
Jika form tidak diset default ke fokus masukan, maka pengguna harus menggerakkan cursor ke sebuah field teks dan mengekliknya sebelum mereka dapat mulai mengetik. Hal ini itdak hanya menyusahkan, namun ini juga merusak harapan pengguna. Mereka mulai mengetik dan … tak ada yang terjadi. Waktu mereka yang sangat berharga, walaupun hanya beberapa detik, terbuang percuma.
Dalam situs ini, hal ini sudah ditanggulangi dengan sangat baik. Contohnya dapat dilihat pada Login form pada forum. Pada saat pengguna ingin Login ke forum, maka cursor langsung mengarah ke field teks pertama dari form Login.
Pada pop up window Edit Profile dapat dilihat pengembang menggunakan rata kanan untuk label pada form Registration Information dan Addtional Information, serta rata kanan unruk label pada form Post Information. Hal ini dapat dikatakan bahwa pengembang tidak konsisten karena mengguna rataan yang berbeda dalam satu halaman. Namun hal ini juga dapat ditolerir mengingat panjang untuk setiap input field teksnya berbeda-beda.
Walaupun window di atas sudah terlihat baik, namun menurut saya akan terlihat lebih baik lagi jika white space atau ruang yang kosong yang berlebihan yang terdapat pada form Post Information dihilangkan saja.
Pop up menu Select Forum(s) to Search merupakan salah satu menu yang memiliki checkboxes dan radiobutton. Dari pop up menu tersebut secara sekilas semuanya akan terlihat seperti checkboxes. Namun sebenarnya, pada menu tersebut juga terdapat radiobuttons yaitu empat list teratas (serch entire post dan search titles only serta show results as post dan show result as threads).
Jika yang menggunakan adalah pengguna yang sudah berkali-kali menggunakan menu ini, tentu ia tidak akan memusingkannya. Namun hal ini akan sedikit membingungkan bagi pengguna yang baru.
Pop up menu Search From merupakan salah satu pop up menu pada menu advance search. Dari list menu tersebut terdapat radiobuttons (and newer dan and older). Pilhan kata yang digunakan disini tidak umum digunakan. Dalam hal ini, mungkin hanya sedikit pengguna yang mengerti maksud dari radiobuttons tersebut.
Bagi pengguna yang berpengalaman, tentu ia tidak akan kesuliatan dengan menggunakan advance search. Walaupun begitu, jika kata-kata pada menu yang digunakan tidak lazim sebagaimana biasa, tentu ia akan bingun dan akhirnya memilih untuk tidak menggunakannya, walaupun sebenarnya kontrol menu tersebut sebenarnya sangat bermanfaat.
Nah, jika pada pengguna yang berpengalaman bisa terjadi hal yang demikian, bagaimana jika yang menggunakannya adalah pengguna awam. Tentu saja akhirnya kontrol tersebut tidak bermanfaat karena tidak pernah digunakan.
Bayangkan jika anda telah menggunakan fungsi pencarian untuk mencari sesuatu. Anda mengetik sesuatu dan di sebuah textbox dan sekarang sedang melihat hasil pencarian, yang sering disebut dengan ‘hits’. Berfikir untuk mengevaluasi hasli pencarian tersebut. Apakah anda benar-benar melihat dengan rinci untuk setiap item dari hasil pencarian tersebut? Apakah anda mengeklik satu per satu? Tentu saja tidak! Anda akan mengevaluasi dengan cepat dengan melihat ‘hits’ yang sesuai.
Sekarang bayangkan sekali jika ‘hits’ yang muncul ternyata sangant mirip. Maka anda mungkin akan melihat detilnya satu per satu atau mengeklik untuk mengetahui isi dari ‘hit’ tersebut. Untuk kasus ini, ketika saya ingin mencari kata “uud” (tanpa tanda kutip) yang ada pada situs ini, maka hasil pencarian dari keyword tersebut sangat mengherankan. Ketika saya klik beberapa link tersebut maka ia akan menuju ke satu halaman yang sama yang tidak jelas isinnya. Tentu saja hal ini akan membingungkan pengguna.
Pada hasil pencarian pada forum dari situs ini secara default diurutkan berdasarkan tanggal. Bagi pencarian untuk sebuah forum, urutannya sudah semestinya begitu. Pada situs ini, pengembang juga memberikan fungsi tersendiri untuk mengurutkan hasil pencarian.
Dari gambar 14 dapat kita lihat bahwa hasil pencarian dapat diurukan berdasarkan pilihan-pilhan tersebut. Menu tesebut akan sangat membantu dan memudahkan pengguna yang ingin melakukakn pencarian dengan lebih terperinci dengan urutan yang dia inginkan.
Pada situs ini kata yang sedang dicari tidak ditampilkan kembali ketika hasil pencarian ditampilkan. Hal ini sebenarnya tidak masalah, namun jika ternyata apa yang sedang dicari tidak ditemukan maka ada dua kemungkinanyang terjadi disini. Pertama, kata yang dicari memang benar-benar tidak terdapat dalam basis data situs tersebut. Kedua, pengguna salah mengetikkan kata yang ingin dicarinya.
Jika terdapat hasil pencarian namun ternyata tidak relevan dengan kata yang ingin dicari pengguna, maka pengguna masih dapat menduga bahwa mungkin apa yang ia ketikkan tadi salah dan ia akan mengetikkan kembali teks yang ingin dicarinya. Namun ketika tidak ditemukan satupun hasil pencarian yang dia inginkan (karan teks yang dia masukkan salah), dan teks yang dia masukkan tidak dapat dilihat lagi, maka mungkin saja ia akan meninggalkan alaman pencarian tersebut. Walaupun bahkan jika ia mengetikkannya dengan benar, ia akan menemukan apa yang sedang dicarinya.
17 Number of Hits Not Revealed
Pada hasil pencarian yang terdapat dalam forum situs ini, sebenarnya jumlah hits sudah ditampilkan. Namun masih ada sedikit bugs yang mungkin terlewati oleh pemgembang. Yaitu masih ketika saya ingin mencari kata “uud” (tanpa tanda kutip), maka hits tidak muncul. Hal ini mungkin dapat menjadi pertimbangan bagi pengembang kenapa hal tersebut dapat terjadi dan segera menemukan solusinya.
18 Typos and Grammos: Sloppy Writing
Isi dari sebuah situs dikatakan baik jika struktur bahasanya baik. Hal ini dapat dilihat secara gramatikal dan pengetikan dari isi situs tersebut. Hal ini memang sangat sering terjadi. Yang paling sering terjadi yaitu kesalahan pengetikan pada sebuah kata. Hal ini mungkin saja bukan merupakan sebuah masalah besar, karena kemungkinan besar pengguna yang membaca teks yang salah tersebut masih dapat mengeri maksud yang sebenarnya.
Begitu pula dengan kesalahan pada grammar atau tata bahasanya, pengguna bisa jadi masih tetap mengerti apa yang sebenarnya dimaksudkan oleh pengembang situs tersebut. Jika dalam situs pribadi yang berisi tentang curahan hati penulisnya, maka singkatan kata yang tidak biasa ataupun kesalah pengetikan dan gramar pun tidak akan terlalu dipikirkan. Namun jika kesalahan ini terjadi pada situs sebuah perusahaan, maka hal ini dapat menjadi sorotan pengguna dan pengguna akan menganggap bahwa penulisan pada situs tersebut tidak profesional.
Perhatikan menu yang terdapat di sebelah kiri halaman utama. Disana terdapat kata “Selengkapnya” yang berada di bawah list box Design World dan Scripts World. Siapaun yang melihat tombol (bahasa Inggris: button) tersebut pasti akan langsung mengira bahwa tombol tersebut merupakan sebuah link. Apalagi ketika cursor diarahkan ke tombol tersebut, ia akan berubah warna dan menimbulkan suara seperti tombol yang merupakan links yang sebenarnya. Namun jika pengguna mengeklik tombol tersebut, maka … tidak ada yang terjadi.
Hal ini seharunya tidak boleh ada karena berpotensi membiarkan pengguna mengira bahwa mereka menemukan sesuatu yang berguna namun ternyata mereka keliru. Mengelabui pengguna dengan hal seperti itu akan membuang waktu juga menjengkelkan mereka. Pada kasus ini, pengembang seharusnya men-disable link tersebut dengan cara membedakannya dengan link yang sebenarnya. Untuk situs master.web.id ini, solusinya bisa dengan cara menghilangkan suara dan warna pada teksnya dibuat tidak berubah ketika pengguna mengarahkan cursor-nya kesana.
20 Bizarre Buttons: Click Target Smaller than It Seems
Tombol pada sebuah situs seharunya dapat diklik pada area tombolnya. Namun masih ada beberapa situs yang hanya tombolnya hanya dapat diklik di label yang terdapat pada tombol tersebut. Hal seperti ini seharunya tidak boleh terjadi karena akan menyulitkan pengguna dan dapat membuang waktu mereka.
Pada situs ini semua tombol yang ada sudah terlihat baik. Namun yang sangat disayangkan ada beberapa tombol yang ternyata bukan tombol (poin 19).
Sebuah link, khusunya berupa teks, seharunya terlihat jelas perbedaannya dengan teks yang bukan link. Hal ini untuk mempermudah pengguna dalam mengenali yang mana yang merupakan sebuah link dan yang bukan link. Hal ini juga untuk menekankan kepada pengguna bahwa teks tersebut mengacu pada halaman/informasi yang lebih lengkap.
Perhatikan kembali list box Design World pada halaman utama. Disana terdapat tulisan yang berbunyi ‘Alpha Transparency’ dan ‘tinggalkan lorem ipsum’ yang sama sekali tidak terlihat seperti sebuah link. Pada kenyataannya, tulisan tersebut hanya sebuah judul yang akan mengacu halaman tempat tulisan itu dibuat. Pengguna yang baru mungkin tidak akan menyadari bahwa tulisan tersebur adalah sebuah link. Padahal mungkin saja sebenarnya pada link tersebut tersapat sesuatu yang menarik atau bahkan dibutuhkannya, namun karena ia tidak mengira tulisan tersebut merupakan sebuah link, maka ia mengabaikannya.
22 Been There, Done That? Can’t Tell
Salah satu kekurangan pada situs ini yaitu link atau tombol yang pernah diklik/ dikunjungi tidak berubah warnya. Pada satu sisi, hal ini mungkin akan mengurangi keindahan dari tampilan situs tersebut. Di sisi lain, hal tersebut akan sangat bermanfaat bagi pengguna. Pengguna jadi tidak perlu lagi mengeklik link atau tombol lebih dari sekali jika ia lupa pernah mengekliknya. Dan sebenarnya ia tidak perlu lagi ke halaman yang dituju oleh link atau tombol tersebut. Hal ini harus lebih diperhatikan lagi bagi para pengembang sebuah situs web.
Satu lagi kekurangan dari situs ini adalah penggunanaan text yang terlalu kecil. Dan yang lebih parah lagi, semua text mulai dari menu, label, serta seluruh isinya menggunakan huruf kapital. Penggunaan huruf kapital pada isi bacaan yang panjang akan menyulitkan pengguna untuk membaca tulisan tersebut. Menurut J. Nielsen sebuah teks yang semua hurufnya merupakan huruf kapital akan mengurangi kecepatan pengguna dalam membaca sekitar 10%. Penggunaan huruf kapital untuk semua teks juga terkesan kekanak-kanakan, amatir, atau tidak profesional. Cara ini sebaiknya hanya digunakan pada heading atau judul yang pendek atau untuk shouting.
Bagi pengguna yang memiliki mata yang masih sehat, hal ini mungkin tidak menjadi masalah. Namun masalah akan muncul jika mata pengguna yang mengunjungi situs tersebut sudah tidak terlalu baik lagi (misal rabun, dsb). Maka kemungkinan besar ia akan langsung meninggalkan situs tersebut karena ia sulit membaca apa yang terdapat pada situs tersebut.
Dari menu utama situs ini dapat dilihat bahwa keterangan yang terdapat pada menubar tersebut kurang jelas terlihat. Ini terjadi karena warna yang digunakan untuk keterangan menu tersebut hampir sama dengan warna latarnya. Kembali lagi seperti kasus di atas, tidak semua orang memiliki mata yang sehat. Bagi pengguna yang memiliki mata yang kurang baik, ia mungkin tidak dapat membaca keterangan tersebut. Jadi, keterangan tersebut sama sekali tidak bermanfaat baginya. Alangkah baiknya jika warna untuk keterangan tersebut dibuat agar lebih kontras dari warna latarnya.
Kedua puluh empat hal di atas merupakan beberapa poin penting yang terdapat dalam buku Jeff Johnson mengenai desain sebuah situs web. Ada beberapa poin lagi yang tidak terdapat dalam bukunya namun juga penting untuk dibahas yaitu mengenai logo, scrooling, dan penggunaan suara pada sebuah situs.
Penempatan logo dan menu utama pada situs ini dapat dikatakan cukup baik. Karena urutan fokus mata pengguna dalam mengamati sesuatu dimulai dari bagian atas, kiri, kanan, dan terakhir adalah bagian bawah. Merujuk pada fakta ini, maka penempatan informasi paling penting yaitu menu, sebaiknya diletakkan pada bagian atas karena menu merupakan ide pokok yang mengetengahkan informasi utama yang dimiliki oleh sebuah situs.
Walaupun penempatan logo pada situs sudah sangat tepat, namun logo tersebut tidak dapat diklik. Sebuah situs yang baik seharusnya mendesain logonya agar dapat diklik yang akan menuju halaman utama dari situs tersebut. Hal ini dilakukan agar pengguna dapat kembali ke halaman utama dengan mudah tanpa harus mencari menu home dan sebagainya.
Mengenai scrooling, situs ini sebenarnya sudah sangat baik dalam penggunaannya karena rata-rata hanya membutuhkan satu kali scrolling untuk menampilkan semua informasi yang ada pada setiap halaman. Namun ada sebuah masalah yang muncul karena pengembang mendesain situs ini dengan menggunakan flash. Pengguna situs kebanyakan malas untuk melakukan scrolling dan kalaupun mereka melakukan scrolling, maka mereka hanya melakukannya sedikit saja (satu atau dua kali scrolling).
Untuk melakukan scrooling orang biasanya akan menggunakan bagian tengah mouse. Jarang sekali oranng yang melakukan scrooling dengan menggunakan scroolbar yang terdapat pada situs teersebut. Sebagai contoh silahkan anda perhatikan halaman Profil Kami. Pada halamantersebut jika pengguna ingin membaca tulisan tersebut selengkapnya, pengguna harus scrooling ke bawah. Namun disini, mungkin karena pengembang mendesain situs ini dengan menggunakan flash, pengguna harus mengeklik tombol tersebut untuk melakukan scoorling. Karena jika pengguna melakukan scrooling dengan menggunakan tombol yang berada di tengah mouse, maka hal itu hanya akan menggerakkan keseluruan template halaman tersebut karena terlalu panjang. Tentu saja hal ini dapat mengurangi keefektifan pengguna dan hanya membuang waktu mereka.
Sebagian besar pengguna akan merasa terganggu dengan situs yang mengeluarkan bunyi. Pada situs ini, suara akan muncul dan warnanya pun aka berubah setiap pengguna menyorot sebuah tombol ataupun link, baik yang dapat diklik ataupun tidak. Pertama, bagi pengguna yang memang tidak suka dengan bunyi-bunyian yang terdapat pada sebuah situs, hal ini sangat menjengkelkannya. Dan kedua, hal ini membuat pengguna rancu dalam membedakan mana yang merupakan sebuah link dan mana yang bukan.
Pada menu utama, terdapat dua buah tombol kosong yang berada pada menu bar tersebut. Menu yang kosong tersebut dapat dikatakan juga sebagai link karena pada saat cursor menyorot tombol tersebut, ia akan bereaksi sama seperti ketiga menu yang terdapat di sebelah kirinya. Namun ternyata ketika diklik, ternyata dua tombol tersebut akan mengarah ke satu halaman yang sama, yaitu halaman yang kosong dengan sebuah peringantan.
Ada sebuah solusi yang sangat baik untuk mengatasi hal ini jika pengembang tetap ingin menggunakan bunyi-bunyian pada situs ini dan mehilangkan menu yang bukan menu. Pertama, pengembang membuat menu tambahan pada halaman utama ataupun pada setiap halaman yang isinya berupa pengaturan untuk mengaktifkan suara atau tidak. Tentu saja nilai default untuk pengaturan ini diset tidak menggunakan suara. Kedua, bagi tombol ataupun tekst yang terlihat seperti link (padahal bukan), pengembang seharusnya men-disable menu tersebut dan juga tidak membuat efek yang sama dengan link yang sebenarnya ketika pengguna menyorot tombol atau link tersebut. Seperti yang telah saya katakan di atas, hal ini bertujan agar pengguna tidak bingung membedakan antara link dan yang bukan link.
Ada satu hal lagi yang sangat mengganggu. Sebagian besar pengguna sudah terbiasa dengan tombol back yang terdapat pada browser. Namun pada situs ini, jika pengguna ingin kembali ke halaman yang sebelumnya dengan menggunakan tombol back, maka yang terjadi adalah pengguna akan langsung menuju halaman yang pertama sekali muncul ketika ingin memasuki situs ini. Apalagi untuk masuk ke halaman utamanya tersebut, pengguna harus mengklik di tombol yang ditentukan tersebut sebanyak dua kali baru sebelum mengantarnya kembali ke halaman utama situs tersebut . Tentu saja hal ini sangat mengganggu dan hanya membuang-buang waktu pengguna.
Web usability, user experience, dan user interface adalah beberapa faktor penting dalam mengembangkan sebuah situs. Pengembang sebaiknya harus memahami prinsip-prinsip usability sebelum mengimplementasikannya pada sebuah situs. Situs merupakan salah satu media perusahaan untuk mempromosikan perusahaannya. Pengembangan situs pada suatu perusahaan bertujuan untuk meningkatkan rasa kepercayaan pengguna/pelanggan terhadap perusahaan tersebut.
Pada pengembangan master.web.id masih terdapat banyak kekurangan menyangkut masalah usability. Kekurangan-kekurangan yang ditemukan pada web ini, antara lain seperti yang telah dijelaskan di atas. Kekurangan-kekurangan ini akan membuat situs terlihat kurang profesional. Kondisi ini dapat membuat kepercayaan pengguna/pelanggan terhadap perusahaan/organisasi tersebut berkurang.
Selain kekurangan-kekurangan yang telah dijelaskan, ada juga nilai positif yang ditemukan di web ini. Faktor-faktor positif tersebut seperti beberapa hal yang juga telah disampaikan di atas.
Makalah ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pengembang untuk mengembangkan sebuah situs yang baik, terutama bagi pengembang master.web.id dengan lebih memperhatikan faktor-faktor usability-nya. Kekurangan-kekurangan yang masih ditemui, sebaiknya segera diperbaiki agar web dapat terlihat profesional. Dengan demikian, kepercayaan pengguna/ pelanggan terhadap perusahaan akan meningkat.
Anonim. 2008. “Memilih Kontrol Layar yang Sesuai; Interaksi Manusia-Komputer”.
Johnson, Jeff. 2003. “Web Bloopers: 60 Common Web Design Mistakes and How to Avoid Them”. Morgan Kaufmann Publishers.
Nielsen J & Loranger H. 2006. “Prioritizing Web Usability”. Berkeley : New Riders.
Luthfi said,
Saturday, 28 June 2008 at 20:44
dem
ini anak 42 kompakan smua
pd posting tugas di blog
*log out*
ÙüÐ said,
Tuesday, 1 July 2008 at 11:52
wkwkwkwk..
abisnya.. keharusan kak.. disuruh pak firman.. ;p